Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah

Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :

A. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.

B. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
  • menampilkan informasi latar belakang, 
  • menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian, 
  • memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis, 
  • menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu, 
  • menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan, 
  • membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi). 
  • memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
C. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah: 
  1. Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis.
  2. Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian. 
  3. Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya.
  4. Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.
  5. Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.
D. Menentukan Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini :
  1. Menambah struktur pengetahuan.
  2. Mengembangkan metode penelitian.
  3. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan.
  4. Mengevaluasi program.
  5. Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.
E. Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan.
  • Penyusunan outline (kerangka karangan) secara garis besar dapat dilakukan dengan menggunakan pola alamiah dan pola logis. 
  • Macam–macam outline ( kerangka karangan ) dapat berdasarkan atas : sifat rinciannya dan berdasar perumusan teksnya. 
  • Syarat outline ( kerangka karangan ) yang baik adalah sebagai berikut :
    • Tesis atau pengungkapan harus jelas.
    • Tiap unit hanya mengandung satu gagasan.
    • Pokok-pokok dalam kerangka karangan harus disusun secara logis, sehingga rangkaian ide jelas.
    • Harus menggunakan simbol yang konsisten.
F. Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
  1. Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
    Pemilihan topik untuk karya tulis ilmiah dapat dilakukan dengan cara merumuskan tujuan, menentukan topik dan melakukan penelusuran terhadap topik tersebut. Dengan melakukan ketiga cara tersebut maka akan diperoleh rumusan topik atau permasalahan yang jelas dan spesifik.
  2. Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
    Sebelum Anda memulai menulis, ada baiknya Anda harus mengidentifikasi siapa kira-kira yang akan membaca tulisan Anda tersebut. Hal ini penting, karena dengan mengetahui latar belakang pengetahuan dan minat pembaca, akan mempermudah Anda di dalam mengorganisasikan materi sajian dan cara penyampaian. Selain itu, fokus pembicaraan pun menjadi semakin jelas dan spesifik.
  3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
    Cakupan materi itu sangat ditentukan oleh rumusan tujuan yang jelas dan pengidentifikasi calon pembaca tepat. Jika Anda tidak mengetahui siapa yang akan membaca tulisan Anda, maka otomatis Anda tidak akan bisa menunjukan cakupan materi yang akan dibahas. Akibatnya, akn sulit bagi Anda untuk memilih dan memilih bahan pustaka, data atau informasi yang dibutuhkan pada saat melakukan tahap pengumpulan data atau informasi untuk tulisan.



Senin, 12 November 2012

Alinea

Pengertian Alinea

Alinea atau Paragraf adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat menjadi alinea, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam alinea membicarakan satu gagasan (gagasan tunggal). Kesatuan berarti seluruh kalimat dalam alinea itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal alinea.


Tujuan Pembentukan Alinea

Pembentukan alinea memiliki beberapa tujuan yaitu:

  1. Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain. Oleh sebab itu alinea hanya boleh mengandung suatu tema, bila terdapat dua tema, maka dipecahkan menjadi dua alinea.
  2. Memisahkan dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal, untuk memungkinkan kita berhenti lebih lama daripada perhatian pada akhir kalimat. Dengan perhentian yang lebih lama ini, konsentrasi terhadap tema alinea lebih terarah.


Syarat-syarat Pembentukan Alinea

Alinea yang baik harus memenuhi syarat-syarat yaitu :
  1. Kesatuan Alinea. Untuk menjamin adanya kesatuan alinea, setiap alinea hanya berisi satu ide pokok, satu topik/masalah.
  2. Kepaduan ( koherensi) suatu alinea dikatakan padu jika dibangun dengan kalimat-kalimat yang berhubungan logis. Hubungan pikiran-pikiran yang ada dalam alinea menghasilkan kejelasan struktur dan makna alinea. Hubungan kalimat tersebut menghasilkan alinea yang satu padu, utuh, dan kompak. Kepaduan ini dapat dibangun melalui repetisi (pengulangan) kata kunci atau sinonim, kata ganti, kata transisi, dan bentuk paralel.
  3. Ketuntasan ialah kesempurnaan. Hal ini dapat diwujudkan dengan:
    • Klasifikasi yaitu pengelompokan objek secara lengkap dan menyeluruh.
    • Ketuntasan bahasa yaitu kesempurnaan membahas materi secara menyeluruh dan utuh.
  4. Konsistensi Sudut Pandang adalah cara penulis menempatkan diri dalam karangannya.
  5. Keruntutan adalah penyusunan urutan gagasan dalam karangan. Gagasan demi gagasan disajikan secara runtut bagaikan air mengalir-tidak pernah putus.
Macam-Macam Alinea

Berikut ini adalah macam-macam jenis dari alinea :
  • Berdasarkan Tujuannya :
    1. Alinea pembuka : Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
    2. Alinea penghubung : Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada alinea pembuka.
    3. Alinea penutup :  Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk eksposisi) menenai hal-hal yang dianggap penting.
  • Berdasarkan letak kalimat utama :
    1. Paragraf Deduktif
      • letak kalimat utama di awal paragraf
      • dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.
    2. Paragraf Induktif
      • letak kalimat utama di akhir paragraf.
      • diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.
    3. Paragraf Campuran
      • letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf
      • kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.
Contoh Alinea

               Akhir-akhir ini berita mengenai bentrok, tawuran, pertikaian, konflik sering kali kita dengar. Mulai dari tawuran antar anak SMA, tawuran antar kampus, bentrok antar desa menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa bulan terakhir ini. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat tawuran, bentrok, pertikaian, konflik sangat bermacam-macam. Mulai dari hilangnya nyawa seseorang, rusaknya fasilitas umum, dan timbulnya rasa was-was pada masyarakat sekitar. Budaya masyarakat Indonesia yang kental dengan keramah tamahan nya kini berganti dengan masyarakat yang beringas, liar, dan main hakim sendiri. Cara musyawarah sepertinya sudah tidak berlaku lagi untuk memecahkan masalah. Mereka lebih memilih cara dengan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Anehnya, masalah yang menjadi akar permasalahan biasanya adalah hal-hal sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara damai.


Jumat, 02 November 2012

Tawuran, Bentrok, Pertikaian, Konflik Apakah Budaya Baru Bangsa Kita?



Akhir-akhir ini berita mengenai bentrok, tawuran, pertikaian, konflik sering kali kita dengar. Mulai dari tawuran antar anak SMA, tawuran antar kampus, bentrok antar desa menjadi pembicaraan hangat dalam beberapa bulan terakhir ini. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat tawuran, bentrok, pertikaian, konflik sangat bermacam-macam. Mulai dari hilangnya nyawa seseorang, rusaknya fasilitas umum, dan timbulnya rasa was-was pada masyarakat sekitar. Budaya masyarakat Indonesia yang kental dengan keramah tamahan nya kini berganti dengan masyarakat yang beringas, liar, dan main hakim sendiri. Cara musyawarah sepertinya sudah tidak berlaku lagi untuk memecahkan masalah. Mereka lebih memilih cara dengan kekerasan untuk menyelesaikan masalah. Anehnya, masalah yang menjadi akar permasalahan biasanya adalah hal-hal sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara damai.

Yang sangat ironis adalah ketika terjadi sebuah konflik yang disebabkan masalah agama. Pemerintah Indonesia telah menetapkan 5 agama yang diperbolehkan di Indonesia untuk hidup saling berdampingan, rukun, damai, dan tenang. Seharusnya kita lebih memahami perbedaan yang ada diantara kita agar tercipta suasana tentram. Bukan malah saling serang dan saling fitnah. Menyedihkan ketika menginggat masa lalu saat para pejuang kita mengangkat bambu runcing untuk melawan penjajah, namun sekarang malah kita mengangkat senjata untuk melawan saudara sendiri.

Sepertinya kita harus bertanya pada diri kita sendiri, apakah mungkin budaya kaum barbar menjadi budaya baru bangsa kita? dimanakah Indonesia yang dulu dikenal santun dan ramah ? apakah Bunyi sila ke-3 dalam Pancasila "Persatuan Indonesia" hanya akan berakhir sebagai tulisan tanpa bisa kita realisasikan? Semua kembali kepada diri kita bagaimana membawa Indonesia kembali ke jati diri asalnya yaitu bangsa yang satun, ramah sesuai dengan sila ke-3 dalam Pancasila " Persatuan Indonesia".

Jumat, 26 Oktober 2012

Diksi dan Makna Kata

Diksi
Pengertian diksi adalah pilihan kata. Pilihan kata merupakan  unsur sangat penting, baik dalam dunia menulis maupun untuk berkomunikasi setiap hari. Dalam hal ini, makna kata yang tepatlah yang diperlukan kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan dengan tepat apa yang ingin disampaikannya, baik lisan maupun tulisan. Diksi sendiri memiiki delapan elemen yaitu fonem, konjungasi, silabel, hubungan, kata kerja, kata benda, infleksi, dan uterans. Di samping itu, pemilihan kata itu harus pula dengan situasi dan tempat penggunaan kata-kata itu. Hal yang utama mengenai diksi adalah:

  1. Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata-kata yang tepat atau menggunakan ungkapan-ungkapan yang tepat, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi. 
  2. Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari suatu gagasan yang ingin disampaikan, dan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai (cocok) dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kekompok masyarakat pendengar.
  3. Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan oleh penguasaan sejumlah besar kosa kata atau pembendaharaan kata bahasa itu. 
Makna Kata
Dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan adanya berbagai makna kata yang berhubungan dengan kata-kata lainnya. Diantaranya adalah makna kata sinonim, antonim, homonim, polisemi, dan hiponim. Berikut ini adalah pembahasan mengenai definisi dan contoh dari makna kata tersebut :

a. Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai makna yang sama tetapi berlainan bentuk luar atau tulisannya. Contoh :

  • bunga = kembang
  • temperatur = suhu
  • akselerasi = percepatan

b. Antonim adalah dua kata yang memiliki makna yang berlawanan (lawan kata). Contoh :

  • bersih >< kotor
  • dangkal >< dalam
  • jauh >< dekat

c. Homonim adalah kata yang sama ejaan atau lafalnya tetapi memiliki makna yang berbeda. Berdasarkan keidentikan ejaan atau lafalnya homonim terdiri dari:

  • Homograf adalah bentuk istilah yang sama ejaannya, tetapi mungkin lain lafal dan maknanya (sama tulisannya tetapi lain pengucapan dan maknanya). Contoh : Apel (Upacara) dengan Apel (buah).
  • Homofon  adalah bentuk istilah yang sama lafalnya, tetapi berlainan ejaannya (sama pengucapannya tetapi lain tulisan dan maknanya). Contoh Bank (tempat menyimpan uang) dengan Bang (sebutan untuk laki-laki yang lebih tua).

d. Polisemi adalah istilah yang mempunyai makna yang berbeda-beda karena terjadi pergeseran makna atau tafsiran. Contoh : 

  • Makanan harus dikunyah di dalam mulut (organ tubuh) hingga halus.
  • Tim penyelamat telah sampai di mulut (ujung) gua. 

e. Hiponim adalah istilah yang maknanya terangkum oleh makna yang lebih luas yaitu superordinatnya. Contoh : Mangga, pisang, jeruk, apel, salak termasuk hiponim karena makna nya terangkum dalam superordinat buah.                   





Sabtu, 29 September 2012

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah dan Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum

Peranan Bahasa Indonesia dalam Konsep Ilmiah
Secara umum bahasa dapat diartikan sebagai lambang bunyi yang dihasilkan oleh manusia sebagai cara untuk berkomunikasi antar individu. Bahasa dapat mempermudah manusia untuk mengetahui maksud dari apa yang disampaikan oleh lawan bicaranya maupun sebaliknya. Setiap negara memiliki bahasa masing-masing yang membedakan antara negara satu dan yang lainnya. Bahasa juga memberikan ciri khas pada suatu negara dan menjadi lambang atau kebanggaan bagi bangsa itu sendiri. Seperti halnya Bahasa Indonesia, merupakan bahasa yang dipakai dan digunakan oleh mayoritas orang Indonesia.

Peranan Bahasa Indonesia dapat kita lihat saat kita berbicara ataupun menulis untuk menggungkapkan hasil pemikiran. Susunan kata-kata atau kalimat yang digunakan tidak mungkin keluar begitu saja tanpa aturan. Kita harus memilih kata-kata dan menyusun kata-kata tersebut sesuai dengan aturan dalam Bahasa Indonesia. Seperangkat aturan yang mendasari pemakaian bahasa, atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yang disebut Tata Bahasa. Penggunaan Tata Bahasa yang tepat, akan mempermudah pendengar atau pembaca yang menyimak kita untuk mengerti, memahami, dan menyerap maksud dari pemikiran kita.

Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum
Bahasa Indonesia secara umum memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai alat komunikasi dan sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Berikut sedikit pembahasannya :

  1. Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi
    Bahasa memang dipergunakan untuk menyampaikan maksud kita, kepada lawan bicara kita agar mereka memahami, mengerti, dan mengetahui maksud ucapan kita.Pemilihan kata-kata dalam berbahasa, juga berpengaruh besar terhadap ucapan kita. Karena setiap kata memiliki makna tersendiri yang bisa menjelaskan maksud tujuan ucapan kita.
  2. Bahasa Indonesia sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan
    Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat menghasilkan pemikiran yang baik juga. Penggunaan Bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi yang bersifat terbuka, membuat orang lebih mudah untuk mengembangkan dan memperluas ilmu pengetahuan khususnya untuk digunakan Bangsa Indonesia.

    Sumber :
    http://vhi3y4.wordpress.com/2010/02/27/fungsi-bahasa-sebagai-alat-komunikasi/
    http://ghembiel09.blogspot.com/2010/11/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html
 



 




Jumat, 06 April 2012

Uang, Bank, Dan Penciptaan Uang (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok enam mengenai "Uang, Bank, Dan Penciptaan Uang" :



UANG
Pengertian Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.



Fungsi Uang


1.  Fungsi Asli
  • Sebagai alat tukar
  • Alat hitung
  • Alat penyimpan nilai
2.  Fungsi Turunan

  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah
  • Uang sebagai alat pembayaran utang
  • Uanng sebagai alat penimbun kekayaan
Motif Memegang Uang

1. Motif transaksi 
    Yaitu motif dimana uang digunakan sebagia alat tukar.

2. Motif berjaga-jaga
    Uang digunakan untuk kebutuhan dimasa yang akan datang.

3. Motif spekulasi
    Arti spekulasi pada motif ini adalah spekulasi dalam pembelian dan penjualan surat-surat berharga.

4. Motif untuk mendapatkan keuntungan
    Uang dapat sebagai alat tolak ukur tingkat kekayaan.




BANK

Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang didirikan berdasarkan Undang-undang nomor 13 tahun 1968 yang memiliki tugas untuk mengatur peredaran uang, mengatur pengerahan dana-dana, mengatur perbankan, mengatur perkreditan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan / penambahan mata uang rupiah dan lain sebagainya. Bank sentral hanya ada satu sebagai pusat dari seluruh bank yang ada di Indonesia.

Bank Umum

Bank umum adalah lembaga keuangan uang menawarkan berbagai layanan produk dan jasa kepada masyarakat dengan fungsi seperti menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam berbagai bentuk, memberi kredit pinjaman kepada masyarakat yang membutuhkan, jual beli valuta asing / valas, menjual jasa asuransi, jasa giro, jasa cek, menerima penitipan barang berharga, dan lain sebagainya.

Fungsi Bank Umum :
1. Penciptaan uang
2. Mendukung kelancaran mekanisme pembayaran
3. Penghimpun dana simpanan masyarakat
4. Mendukung terjadinya transaksi internasional
5. Penyimpan barang-barang berharga
6. Pemberian jasa-jasa lainnya

    Penciptaan uang dimaksudkan untuk mempermudah orang dalam melakukan transaksi tukar-menukar barang agar masing-masing pihak yang melakuakan transaksi mendapat keuntungan yang sama. Perputaran uang dimasyarakat akan terus terjadi karena semua orang ingin memenuhi kebutuhannya dengan cara menukarkan uangnya dengan barang atau jasa yang diinginkannya. Maka, bank diperlukan lembaga untuk mengatur perputaran uang yang terjadi. Bank bisa mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dimasyarakat. Selain itu bank juga dapat digunakan untuk tempat menabung atau melakukan transaksi antar wilayah, daerah maupun antar negara. 

Minggu, 01 April 2012

Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok lima mengenai "Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi " :


Alat ukur keberhasilan perekonomian suatu Negara adalah adanya peningkatan pendapatan Negara tersebut.Alat ukur yang digunakan saat ini untuk menghitung jumlah kuantitatif pendapatan suatu Negara adalah Produk Nasional Bruto / Gross National Poduct (GDP).GDP sendiri lebih ditujukan untuk mengukur angka kemakmuran material masyarakat.





  • Pendapatan nasional

nasional adalah keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu Negara dalam jangka waktu tertentu, biasanya dalam setahun.

  • Perekonomian tertutup sederhana
Perekonomian tertutup sederhana merupakan perekonomian yang tidak adanya hubungan dengan Negara lain dan tidak adanya campur tangan pemerintah, baik berupa pungutan pajak, pembayaran transfer pemerintah ataupun yang berbentuk pengeluaran konsumsi. Dalam perekonomian tertutup sederhana ini pengeluaran masyarakat seluruhnya pada tiap satuan waktu, biasanya dalam setahun, dan akan terdiri dari pengeluaran untuk konsumsi rumah tangga dan pengeluaran untuk investasi.
  • Pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan pendapatan nasional. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.

Terdapat dua model analisis perekonomian tertutup sederhana yaitu sebagai berikut :
  1.   Model analisis dengan variabel investasi dan tabungan
Pada model ini, muncul dua aktifitas ekonomi yang baru yaitu, tabungan dan investasi. Tabungan rumah tangga dianggap sebagai,kebocoran karena dapat mengurangi kemampuan dari pendapatan secara riil apabila digunakan untuk kegiatan lain seperti konsumsi. Namun Tabungan tersebut tidaklah dianggap kebocoran apabila digunakan sebagai investasi.
      
     2.Angka Pengganda

Angka pengganda atau multiplier adalah hubungan kausal antara variabel tertentu dengan variabel pendapatan nasional.  Jika angka pengganda tersebut memepunyai angka yang tinggi, maka  dengan perubahan yang terjadi pada variabel tersebut akan memengaruhi angka terhadap tingkat pendapatan nasional yang besar juga, dan sebaliknya. Perubahan pendapatan nasional itu ditunjukan oleh suatu anagka pelipat yang disebut dengan  koefisien multiplier.

Pertumbuhan perekonomian akan menimbulkan beberapa masalah yang biasa terjadi yaitu Inflasi dan pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya faktor produksi yang tidak terpakai. Yaitu penyerapan tenaga kerja yang tidak maksimal. Penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin adalah salah satu faktor yang sering terjadi. Berkurangnya pengeluaran untuk biaya upah tenaga dan mengoptimalkan waktu membuat beberapa produsen mem-PHK karyawannya untuk mengirit pengeluaran biaya. Banyaknya pengangguran dapat menyebabkan masalah sendiri seperti meningkatnya angka kriminalitas, kemiskinan, dan     berbagai masalah sosail lainnya.


Jumat, 23 Maret 2012

Perilaku Produsen (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok tiga mengenai "Perilaku Produsen" :


Produsen ialah orang yang menciptakan atau menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan demi tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang memakai atau memanfaatkan barang dan jasa hasil produksi untuk memenuhi kebetuhan adalah konsumen. Produksi juga merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan  dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah.

Dalam menentukan keputusan digunakan dua asumsi dasar:
1) bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum,
2) bahwa produsen atau pengusaha beroperasi dalam pasar persaingan sempurna.
Dalam teori ekonomi, setiap proses produksi mempunyai landasan teknis yang disebut
fungsi produksi. Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan
hubungan fisik atau teknis antara jumlah faktor-faktor produksi yang dipergunakan dengan
jumlah produk yang dihasilkan per satuan waktu, tanpa memperhatikan harga-harga, baik
harga faktor-faktor produksi maupun harga produk. 


Tujuan Produksi
Sudah jelas tujuan produksi yang menjadi motif utama yaitu untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Selain dari itu tujuan produksi ialah untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam usaha mencapai suatu kemakmuran.


Produksi Optimal 
Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksi output yang lain. Tingkat produksi optimal adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biaya persediaan minimum.


Dalam hal ini, prilaku produsen di Indonesia masih cenderung mengikuti apa yang sudah pernah ada. Maksudnya adalah produsen hanya mencontek produk karya milik orang lain yang sudah lebih dulu sukses, dan berharap produk tiruannya akan menuai sukses yang sama. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu produk yang baru dirasa masih kurang diperhatikan oleh produsen-produsen di Indonesia. Padahal jika dikaji kembali,penciptaan produk baru akan memancing rasa penasaran konsumen untuk melihat, merasakan, dan membeli produk baru tersebut ketimbang membeli produk dengan jenis yang sama namun hanya berbeda brand.

Struktur Pasar (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok empat mengenai "Struktur Pasar" :


Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Pasar dapat dibedakan menjadi dua yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.



1. Pasar persaingan sempurna 
    Adalah pasar dimana jumlah pedagang dan jumlah pembeli banyak dan barang yang diperjual belikan bersifat homogen. Contoh : pasar ikan.


2. Pasar persaingan tidak sempurna
    terdiri dari beberapa pasar yaitu :

  • Pasar monopoli :  Terjadi dimana, ketika hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar
  • Pasar oligopoli : Suatu bentuk persaingan pasar yang didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
  • Pasar monopolistik : Bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek/merupakan ciri dari produk masing-masing.
  • Pasar duopoli : Adalah suatu pasar di mana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan.
Dari beberapa jenis pasar diatas kita dapat menyimpulkan bahwa pasar merupakan suatu tempat pusat perekonomian yang mempertemukan penjual dan pembeli dan berbagai jenis barang yang ditawarkan. Selain itu, pasar dapat dijadikan acuan dalam dunia perdagangan internasional.

Rabu, 14 Maret 2012

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok satu mengenai "Penentuan harga Permintaan dan penawaraan" :

A. Pengertian Penawaran
     Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Teori permintaan yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menemukan permintaan, dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan. Berikut adalah bunyi dari hukum permintaan : “Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”.

B.  Pengertian Permintaan
     Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu atau keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran. Teori Penawaran yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran dan bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar. Berikut adalah bunyi dari hukum penawaraan : “Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun”.



C.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
      1. Selera
      2. Pendapatan konsumen
      3. Harga Barang/Jasa Pengganti
      4. Harga Barang/Jasa Pelengkap
      5. Perkiraan Harga Di Masa Datang
      6. Intensitas Kebutuhan Konsumen

D.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
      1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
      2. Tujuan perusahaan
      3. Pajak
      4. Ketersediaan barang pengganti / pelengkap
      5. Prediksi / perkiraan harga dimasa depan
   
E.  Penentuan Harga Keseimbangan
     Harga keseimbangan adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
   
      Dalam proses untuk menentukan harga keseimbangan antara  permintaan dan penawaraan dibutuhkan proses tawar-menawar yang alot. Biasanya Proses tawar menawar terjadi dalam pasar tradisional atau tempat dimana penjual dan pembeli bertemu langsung secara face to face. Namun, proses tawar-menawar tidak mungkin terjadi dalam sebuah pasar modern seperti pasar swalayan atau mall. Dalam pasar ini penjual sudah menetapkan harga barang yang diinginkan. Sehingga sering kali kita temui harga dalam pasar tradisional jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar modern. 

Perilaku Konsumen (Resume)

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat diambil dari prensentasi kelompok dua mengenai "Perilaku Konsumen" :
Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan dalam mendapatkan, menggunakan barang-barang atau jasa ekonomi yang selalu berubah dan bergerak sepanjang waktu.
Menurut Handi Irawan, Perilaku Konsumen Indonesia dikategorikan menjadi sepuluh, yaitu :
1.    Berpikir jangka pendek (short term perspective).
2.    Tidak terencana (dominated by unplanned behavior).
3.    Suka berkumpul.
4.    Gagap teknologi (not adaptive to high technology).
5.    Berorientasi pada konteks (context, not content oriented).
6.    Suka buatan Luar Negeri (receptive to COO effect).
7.    Beragama(religious).
8.    Gengsi (putting prestige as important motive).
9.    Budaya lokal (strong in subculture).
10.  Kurang peduli lingkungan (low consciousness towards environment).


A.   PENDEKATAN PERILAKU KONSUMEN
1.  Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal
     Kepuasan seorang konsumen dalam mengkonsumsi suatu barang dapat diukur dengan satuan            kepuasan.

 2. Pendekatan nilai guna Ordinal
     Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur.
Persamaan antara dua pendekatan diatas adalah yaitu sama-sama menjelaskan tindakan konsumen dalam mengkonsumsi barang-barang yang harganya tertentu dengan pendapatan konsumen yang tertentu pula agar konsumen mencapai tujuannya (maximum utility).

B.   KONSEP ELASTISITAS
Elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga. Elastisitas juga merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun distribusi kemakmuran.
1.  Elastisitas Harga Permintaan (Price Elasticity of Demand) adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan perubahan harga barang/jasa tersebut.

2.  Elastisitas Silang (Cross Elasticity) menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang lain yang mempunyai hubungan dengan barang tersebut. Hubungan tersebut dapat bersifat pengganti, dapat pula bersifat pelengkap.

3. Elastisitas pendapatan adalah suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer yang akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perubahan tersebut diukur dengan apa yang di sebut elistisitas pendapatan.

    Untuk di Indonesia sendiri, tingkat perilaku konsumtif sudah berada pada level yang menghawatirkan. Sikap latah atau budaya ikut-ikutan demi gengsi adalah faktor utama yang membuat masyarakat Indonesia menjadi sangat konsumtif terhadap barang-barang branded dari luar. Agaknya mulai sekarang kita harus belajar mementingkan keperluan yang benar-benar urgent dibutuhkan, ketimbang harus membeli suatu barang hanya untuk menaikan gengsi dan pada akhirnya barang tersebut menjadi barang percuma tanpa kita bisa memaksimalkan penggunaan barang tersebut. 

Jumat, 09 Maret 2012

Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran



Teori Organisasi Umum 2 #



Tema : Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran
KELOMPOK 1

  Andrean Addy Rihasyanto            (10110734)*
Astri Kusumawati                         (11110196)
   Fauzan Rizaldi Herwiyanto            (12110644)*
 Jhosi Sofian Nugroho                    (13110755)
Mufti Annas                                  (14110538)
Putri Namira                                 (15110460)
Sidiq Prayogo W                          (16110535)
Yudha Tri Kusuma                        (18110722)
                         
Kelas                    : 2KA14


Universitas Gunadarma
S1-Sistem Informasi




KATA PENGANTAR

            Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang bermateri tentang Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran. Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (softskill).
            Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menbantu, sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
            Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

                                                                                                                                Depok, Maret 2012
                                                                                                                                     Tim Penyusun








I. PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Makalah ini di ajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2 (softskill). Dan sekaligus memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Kami ditugaskan untuk mencari tentang “Penentuan Harga Permintaan dan Penawaran”. Dan kami menjelaskan Pengertiaan Permintaan, Pengertian Penawaran, Pengertian Hukum Permintaan, Pengertian Hukum Penawaran, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran, Penentuan Harga Keseimbangan dan Pergeseran Harga Keseimbangan.

B.     Tujuan
Untuk memenuhi sebuah tugas mata kuliah Teori Organisasi Umum 2, dan sekaligus memenuhi nilai kami di mata kuliah ini. Dan juga mempraktikan softskill kami dengan cara mempresentasikan hasil pembentukan makalah ini dan juga dengan melakukan pengelompokan mencari sebuah materi yang berbeda. Sehingga bisa di presentasikan ke semua mahasiswa, khususnya mahasiswa kelas S1-Sistem Informasi 2KA14. Semoga makalah ini memberikan informasi bagi Mahasiswa, dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

C.     Rumusan Masalah
Makalah ini dibuat hasil pencarian data mulai dari sebuah buku hingga internet. Lalu materi terdiri dari :
ü   Pengertiaan Permintaan
ü   Pengertian Penawaran
ü   Pengertian Hukum Permintaan
ü   Pengertian Hukum Penawaran
ü   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
ü   Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
ü   Penentuan Harga Keseimbangan
ü   Pergeseran Harga keseimbangan

II. MATERI

A. Pengertian Penawaran
Permintaan adalah sejumlah barang yang akan dibeli atau yang diminta pada tingkat harga tertentu dalam waktu tertentu. Teori permintaan yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menemukan permintaan, dan bagaimana faktor-faktor ini mempengaruhi keseimbangan.

Kurva permintaan individual adalah suatu kurva yang menunjukkan jumlah-jumlah suatu barang untuk setiap satuan waktu oleh seorang konsumen yang ingin membeli pada berbagai harga satuan barang tersebut.
Contoh : Permintaan adalah di Pasar Senen yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

B.  Pengertian Permintaan
Penawaran adalah sejumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu dan waktu tertentu atau keadaan keseluruhan dari hubungan antara harga dan jumlah penawaran. Teori Penawaran yaitu analisis dalam ilmu ekonomi yang menerangkan faktor-faktor yang menentukan penawaran dan bagaimana faktor-faktor ini akan menentukan keseimbangan dan perubahan keseimbangan di pasar.
Kurva penawaran adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah yang ditawarkan produsen/penjual, kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga.

C.  Pengertian Hukum Permintaan
Hukum permintaan berbunyi: “Apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan mengalami penurunan, dan apabila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan mengalami kenaikan”. Dalam hukum permintaan jumlah barang yang diminta akan berbanding terbalik dengan tingkat harga barang. Kenaikan harga barang akan menyebabkan berkurangnya jumlah barang yang diminta, hal ini dikarenakan naiknya harga menyebabkan turunnya daya beli konsumen dan akan berakibat berkurangnya jumlah permintaan dan naiknya harga barang akan menyebabkan konsumen mencari barang pengganti yang harganya lebih murah.

D. Pengertian Hukum Penawaran
Hukum penawaran berbunyi: “Bila tingkat harga mengalami kenaikan maka jumlah barang yang ditawarkan akan naik, dan bila tingkat harga turun maka jumlah barang yang ditawarkan turun”. Dalam hukum penawaran jumlah barang yang ditawarkan akan berbanding lurus dengan tingkat harga, di hukum penawaran hanya menunjukkan hubungan searah antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

E.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan
1)  Selera
     Apabila selera konsumen terhadap suatu barang dan jasa tinggi maka akan diikuti dengan jumlah barang dan jasa yang diminta akan mengalami peningkatan, demikian sebaliknya.
Contohnya : Permintaan terhadap Smartphone Blackberry. Saat ini Blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin Blackberry sudah dianggap kuno dengan para kompetitornya yang mampu menyaingi kecanggihan teknologinya.

2)  Pendapatan Konsumen
     Apabila pendapatan konsumen semakin tinggi akan diikuti daya beli konsumen yang kuat dan mampu untuk membeli barang dan jasa dalam jumlah yang lebih besar, demikian sebaliknya.
Contohnya : Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

3)  Harga Barang/Jasa Pengganti
     Konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan.
Contohnya: bila harga tiket pesawat Jakarta-Jogja sama harganya dengan tiket kereta api, maka konsumen cenderung akan memilih pesawat sebagai alat transportasi.

4)  Harga Barang/Jasa Pelengkap
     Keduanya merupakan kombinasi barang yang sifatnya saling melengkapi.
Contoh: kompor dengan minyak tanah, karena harga minyak tanah mengalami kenaikan maka orang beralih menggunakan bahan bakar minyak tanah dan beralih ke bahan bakar gas.

5)  Perkiraan Harga Di Masa Dating
     Apabila konsumen menduga harga barang akan terus mengalami kenaikan di masa datang, maka konsumen cenderung untuk menambah jumlah barang yang dibelinya.
Contoh: April mendatang pemerintah akan menaikan harga BBM bersubsidi, maka banyak orang yang menimbun atau membeli ketika harganya belum naik.

6)  Intensitas Kebutuhan Konsumen
     Bila suatu barang atau jasa sangat dibutuhkan secara mendesak dan dirasakan pokok oleh konsumen, maka jumlah permintaan akan mengalami peningkatan.
Contoh: kebutuhan akan bahan pokok beras, konsumen bersedia membeli dalam jumlah harga tinggi, walaupun pemerintah sudah menetapkan harga pokok.

F.   Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran
1)  Biaya produkisi dan teknologi yang digunakan
     Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.
Contohnya : pembuatan barang-barang limited edition,meskipun harga barangnya mahal kan tetapi banyak diburu kolektor sehingga tidak terjadi penurunan harga.

2)  Tujuan perusahaan
     Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.
Contohnya, produsen handphone china. Dengan fitur yang tidak kalah bersaing, namun harganya murah dan terjangkau semua lapisan masyarakat.

3)  Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun. Harga mobil-mobil import yang masuk ke Indonesia, ketika memasuki pasar Indonesia harganya akan naik karena tingginya biaya pajak yang dikenakan. Sehingga menurunnya permintaan dari konsumen.

4)  Ketersediaan barang pengganti / pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi. Contohnya, persaingan antara para produsen handphone. Berusaha menambahkan fitur-fitur yang lebih menarik dengan harga yang murah. Demi menarik minat konsumen.

5)  Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor. Contohnya,para produsen pengolahan emas akan memperbanyak output produksi dan akan menjual lebih banyak produk mereka ketika harga BBM naik untuk memperoleh keuntungan yang lebih.

G. Penentuan Harga Keseimbangan
Masalah harga berhubungan dengan barang ekonomis, sebab barang ekonomis adanya langkah dan berguna dan untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan uang dengan bantuan harga. Harga adalah perwujudan nilai tukar atas suatu barang/jasa yang dinyatakan uang. Oleh karena itu, harga merupakan nilai tukar obyektif atas barang/jasa dan nilai tukar obyektif itu sendiri adalah harga pasar atau harga keseimbangan. Harga pasar tidak terbentuk secara otomatis akan tetapi melalui suatu proses mekanisme pasar yakni tarik menarik antara kekuatan pembeli dengan permintaannya dan kekuatan penjual dengan penawarannya.

Berdasarkan pengertian tersebut maka harga keseimbangan dapat diartikan harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga. Atau dapat dilihat dalam kurva berikut ini :

Pada kurva diatas bahwa tercapai titik pertemuan/ekuilibrium (kesepakatan harga) antara garis Penawaran (Supply) dan garis permintaan (Demand).

H . Pergeseran Harga Keseimbangan
1)  Pergeseran harga keseimbangan saat terjadi perubahan permintaan
Ketika terjadi perubahan (naik atau turun) permintaan, maka akan tercapai kesepakatan harga baru. Seperti terlihat pada kurva berikut :


Sebagai contoh, D adalah permintaan yang saat ini sedang terjadi, dan D’ adalah perkiraan permintaan yang terjadi di masa depan. Dari kurva tersebut terlihat bahwa tingginya tingkat permintaan akan berpengaruh pada naiknya harga.

2) Pergeseran harga keseimbangan saat terjadi perubahan penawaran
Ketika terjadi perubahan (naik atau turun) penawaran, maka akan tercapai kesepakatan harga baru. Seperti terlihat pada kurva berikut :
Sebagai contoh, S adalah penawaran yang saat ini sedang terjadi dan S’ adalah perkiraan penawaran yang terjadi di masa depan. Dari kurva tersebut terlihat bahwa rendahnya tingkat penawaran akan berpengaruh pada turunnya harga.

III.  PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan – kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.


Daftar Pustaka
http://organisasi.org
http://bohaibohai.blogspot.com
http://sueyharyo.wordpress.com

Kamis, 01 Maret 2012

Pendapat Saya Mengenai Cara Mengajar Bu Ira

Ibu Ira telah merubah persepsi saya tentang tentang mata kuliah softskill. Mata kuliah yang selama ini saya anggap sepele hanya dengan memposting tulisan atau tugas ke blog tanpa mempedulikan originalitas tulisan, ternyata selama ini salah! Softskill seharusnya memacu kita untuk berfikir kreatif, selalu mengikuti perkembangan zaman, dan belajar menghargai karya  orang lain. Kemampuan kita dalam menulis akan terasah secara otomatis dengan semakin seringnya kita memposting tulisan sendiri kedalam blog pribadi. Selain itu, beliau juga membuka wawasan saya akan pentingnya kemampuan softskilluntuk memasuki dunia kerja.
Hal-hal tersebut lah yang memacu saya untuk menrubah pola pikir saya tentang mata kuliah softskill. Ini memotivasi saya untuk  mengembangkan blog pribadi saya dengan mempercantik tamplan blog, memperbanyak posting tulisan pribadi, dan berbagi informasi. Semoga apa yang akan saya mulai ini akan bermanfaat untuk saya pribadi dan orang lain. Terimakasih bu Ira :)