Kamis, 01 November 2012

sejarah kab.MAGETAN (jawa timur)

Kabupaten Magetan, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Magetan. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ngawi di utara, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun di timur, Kabupaten Ponorogo, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri (keduanya termasuk provinsi Jawa Tengah). Bandara Iswahyudi, salah satu pangkalan utama Angkatan Udara RI di kawasan Indonesia Timur, terletak di kecamatan Maospati.
Kabupaten Magetan terdiri atas 19 kecamatan, yang terdiri dari 208 desa dan 27 kelurahan.
Kabupaten Magetan dilintasi jalan raya utama Surabaya-Madiun-Yogyakarta dan jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa, namun jalur tersebut tidak melintasi ibukota Kabupaten Magetan. Satu-satunya stasiun yang berada di wilayah kabupaten Magetan adalah Stasiun Barat terletak di wilayah Kecamatan Barat.
Gunung Lawu (3.265 m) terdapat di bagian barat Kabupaten Magetan, yakni perbatasan dengan Jawa Tengah. Di daerah pegunungan ini terdapat Telaga Sarangan(1000 m dpl), salah satu tempat wisata andalan kabupaten ini, yang berada di jalur wisata Magetan-Sarangan-Tawangmangu-Karanganyar.
Magetan dikenal karena kerajinan kulit (untuk alas kaki dan tas), anyaman bambu, rengginan, dan produksi jeruk pamelo (jeruk bali)serta krupuk lempengnya yang terbuat dari nasi.

sejarah

Proses Berdirinya Kabupaten Magetan


obyek wisata
Beberapa obyek wisata terkenal di Kabupaten Magetan yang sedang dikembangkan adalah:
  1. Telaga Sarangan
  2. kerajinan gamelan patihan karangrejo
  3. Telaga Wahyu
  4. Candi Sadon
  5. Candi Simbatan (Beji)
  6. Puncak Lawu
  7. Air Terjun Pundak Kiwo
  8. Air Terjun Tirtasari
  9. Sentra Perkebunan Pamelo
  10. Sentra Kerajinan Kulit Magetan
  11. Sentra Kerajinan Anyaman Bambu Ringin Agung
  12. Sentra Ayam Panggang Gandu
  13. Senta Industi Batik Sidomukti
  14. Argo Dumilah
  15. Taman Ria Maospati
  16. Manunggal
  17. Pemandian Dewi Sri
  18. Gerbang Kadipaten Purwodadi
  19. Cemorosewu
  20. Mojosemi Camping Ground
  21. Sumber Clelek Driyorejo


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar