Jumat, 27 April 2012

Stadion Red Bull New York Jadi Tempat Dugem


Stadion Red Bull Arena yang menjadi markas Red Bull New York tempat Thierry Henry bermain, sesungguhnya punya kapasitas penonton hingga 25 ribu tempat duduk. Tapi, setiap kali klub ini bertanding, jumlah kursi yang terisi tidak pernah lebih dari setengah kapasitas. Kalau kurang, malah sering.

Sebabnya, bukan karena orang Amerika kurang suka sepak bola. Buktinya, banyak pemain bintang --- walau statusnya sudah eks, yang bermain di sana. Sebabnya, pertama letaknya yang ternyata dianggap terlalu jauh bagi para penggemar sepak bola di sana. Yang kedua, soal prestasi. Sudah 16 tahun klub ini tidak pernah meraih gelar apa pun. Jadi wajar kalau penonton enggan datang.

Sepi penonton jelas masalah. Pemasukan pun menjadi minim. Solusinya? Chris Heck dari bagian bisnis klub ini membuka rahasia pada Goal.com. Kata dia, pihaknya akan membuka night club di salah satu bagian stadion itu. Gampangnya, kalau di Senayan bagian bawah dijadikan kantor-kantor federasi olahraga, nah mereka akan membuatnya sebagai tempat dugem: bisa buat ajeb-ajeb atau sekadar tempat sosialita. 

Tapi mereka yang masuk ke tempat ini harus menjadi member yang membeli tiket selama semusim. "Jadi tempat yang private buat mereka," kata Chris Heck. 

Ide yang kelihatannya brilian. Namun, ternyata ini bukanlah yang pertama di Amerika Serikat. Klub Sporting Kansas City juga sedang mengajukan proposal sejenis di stadion Livestrong Sporting Park.

Di sana nantinya akan ada klub malam yang buka pada saat klubnya tengah bertanding away alias bertandang ke klub lain. Namun seperti juga Red Bull, mereka mensyaratkan mereka yang jadi member dan membeli tiket semusim yang bisa kongko di sana. Patut ditunggu bagaimana hasilnya. 



source: http://www.ngiknguks.net/2012/04/stadion-red-bull-new-york-jadi-tempat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar